LAMPUNG SELATAN – Dalam rangka menjalankan tri dharma perguruan tinggi, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatemia) Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) melalui Departemen Riset sukses menyelenggarakan program “Himatemia Mengabdi”. Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di Dusun Siranji 5A, Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada tanggal 23 Mei dan 14 Juni 2026. Didampingi oleh Bapak Aris Setiawan, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing, kegiatan ini mengangkat fokus utama pada pemanfaatan limbah pertanian, khususnya bonggol jagung, yang melimpah di desa tersebut.
Rangkaian Kegiatan Interaktif
Acara “Himatemia Mengabdi” dirancang secara komprehensif agar masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung. Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi:
-
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah: Mengedukasi warga mengenai potensi limbah bonggol jagung yang selama ini kerap diabaikan dan terbuang sia-sia, serta bagaimana mengolahnya menjadi energi alternatif berupa briket.
-
Praktik Langsung (Workshop): Warga diajak turun tangan mempraktikkan langsung proses pembuatan briket dari bonggol jagung, mulai dari tahap pembakaran, penumbukan, pencampuran perekat, hingga pencetakan briket.
-
Peninjauan Lingkungan: Panitia dan warga melakukan observasi kondisi lingkungan sekitar di Dusun Siranji 5A untuk memetakan potensi sumber daya alam dan menjaga kebersihan lingkungan desa.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Warga
Hadirnya program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah pertanian pascapanen yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui edukasi dan pelatihan ini, Himatemia FT Unila bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan baru kepada masyarakat setempat.
Ke depannya, diharapkan kegiatan ini mampu membuka wawasan warga Desa Sindang Sari akan besarnya potensi limbah bonggol jagung. Dengan keterampilan yang telah diberikan, masyarakat diharapkan dapat mengolah limbah tersebut secara mandiri menjadi produk briket yang tidak hanya bermanfaat sebagai bahan bakar rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai jual ekonomis yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga setempat.








Tinggalkan Balasan