
Hidrogen adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta, serta merupakan unsur teringan dan unsur kimia yang paling sederhana dengan satu proton dan satu elektron. Hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non logam, bervalensi tunggal.
Sifat-sifat Hidrogen
– Hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non logam, bervalensi tunggal
– Hidrogen sangat mudah terbakar, dengan entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol[1].
– Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia: 2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)[1].
– Hidrogen akan meledak sendiri pada temperatur 500 °C[1].
– Hidrogen membentuk campuran yang bisa meledak dengan udara dalam konsentrasi hidrogen 4–74%[1].
– Reaksi ledakan dapat dipicu oleh percikan api, panas, atau sinar matahari
Penggunaan Hidrogen
Hidrogen dianggap sebagai sumber energi masa depan yang sangat bagus dan akan menjadi elemen penting peralihan ke energi alternatif di Eropa. Beberapa penggunaan hidrogen meliputi:
- Bahasa bakar: Hidrogen digunakan untuk membuat produk seperti bensin, pelumas, dan produk petrokimia dari minyak suling. Hidrogen merupakan bahan bakar ramah lingkungan, dimana energi yang dihasilkan sangat bersih karena hanya menghasilkan air sebagai emisi selama berlangsungnya proses. Selain itu, hidrogen juga banyak dimanfaatkan dalam produksi methanol, katalis hydrocracking, dan sulfurisasi hidrogen
- Energi alternatif: Hidrogen kompatibel dengan infrastruktur gas alam yang ada, dan dapat memenuhi 10% kebutuhan energi global sekaligus menurut IEA.
- Pengangkutan: Hidrogen dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, tetapi proses ini lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.
Hidrogen Hijau
Hidrogen hijau, atau hidrogen yang disebut sebagai bahan bakar baru, dianggap sebagai sumber energi masa depan yang ramah lingkungan dan aman. Beberapa perusahaan otomotif besar, seperti Toyota dan Hyundai, telah mengembangkan mobil hidrogen hijau, seperti Toyota Mirai dan Hyundai Nexo[4]. Pemerintah Indonesia juga mulai menggenjot pengembangan bahan bakar baru untuk hidrogen hijau, dengan rencana mengembangkan 21 unit pabrik hidrogen hijau (GHP) di seluruh wilayah Indonesia.
Persyaratan dan Kesulitanan
Meskipun hidrogen memiliki potensi yang tinggi, ada beberapa persyaratan dan kesulitanan yang perlu diperhatikan:
- Hidrogen larut dengan mudah dalam banyak logam tanah jarang dan logam transisi, dan larut dalam logam Kelarutan.
- Kelarutan gas yang tinggi merupakan masalah metalurgi, yang berkontribusi pada penggetasan banyak logam.
- Hidrogen hijau saat ini belum diproduksi dalam jumlah besar di Uni Eropa.
Meskipun ada tantangan, hidrogen masih dianggap sebagai sumber energi masa depan yang memiliki potensi yang tinggi, baik dalam energi alternatif maupun bahan bakar baru untuk peralihan ke energi yang lebih ramah lingkungan dan aman.
Referensi:
https://www.dw.com/id/hidrogen-dianggap-sumber-energi-paling-hijau/a-57619450
https://www.cnbcindonesia.com/news/20231123122107-4-491379/2-pabrikan-otomotif-siap-dukung-ri-gencarkan-mobil-hidrogen
http://scholar.unand.ac.id/38610/2/Bab%20I%20%28Pendahuluan%29.pdf
https://www.lppm.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/55/2017/10/BP_KLASTER_HIDROGEN.pdf


Tinggalkan Balasan