{"id":165,"date":"2025-11-26T07:42:24","date_gmt":"2025-11-26T07:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/?p=165"},"modified":"2025-12-01T22:21:19","modified_gmt":"2025-12-01T22:21:19","slug":"adsorpsi-dan-absorpsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/","title":{"rendered":"ADSORPSI DAN ABSORPSI"},"content":{"rendered":"<p><strong>Adsorpsi<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).<\/p>\n<p>Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase fluida. Adsorben biasanya menggunakan bahan-bahan yang memiliki pori-pori sehingga proses adsorpsi terjadi di pori-pori atau pada letakletak tertentu di dalam partikel tersebut. Pada umumnya pori-pori yang terdapat di adsorben biasanya sangat kecil, sehingga luas permukaan dalam menjadi lebih besar daripada permukaan luar. Pemisahan terjadi karena perbedaan bobot molekul atau karena perbedaan polaritas yang menyebabkan sebagian molekul melekat pada permukaan tersebut lebih erat daripada molekul lainya (Saragih, 2008).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-166 aligncenter\" src=\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/adsorp.jpg\" alt=\"\" width=\"349\" height=\"329\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jenis Adsorpsi Berdasarkan kekuatan dalam berinteraksi, adsorpsi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia.<\/p>\n<p>1.Adsorpsi fisika terjadi bila gaya intermolekular lebih besar dari gaya tarik antar molekul atau gaya tarik menarik yang relatif lemah antara adsorbat dengan permukaan adsorben. Gaya ini disebut gaya Van der Waals sehingga adsorbat dapat bergerak dari satu bagian permukaan ke bagian permukaan lain dari adsorben. Gaya antar molekul adalah gaya tarik antara molekul-molekul fluida dengan permukaan padat, sedangkan gaya intermolekular adalah gaya tarik antar molekul-molekul fluida itu sendiri (Sudirjo, 2005).<\/p>\n<p>2.Adsorpsi kimia terjadi karena adanya pertukaran atau pemakaian bersama elektron antara molekul adsorbat dengan permukaan adsorben sehingga terjadi reaksi kimia. Ikatan yang terbentuk antara adsorbat dengan adsorben adalah ikatan kimia dan ikatan itu lebih kuat daripada adsorpsi fisika. Adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia dibedakan berdasarkan kriteria antara lain, dapat dilihat pada Tabel 2.1 (Bansal, 2005).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adsorpsi<\/strong><\/p>\n<p>1.Luas Permukaan Adsorban: Luas permukaan adsorban yang besar membuat adsorbat lebih banyak diserap.<\/p>\n<p>2.Ukuran Partikel: Semakin kecil ukuran partikel maka proses adsorpsi semakin cepat berlangsung.<\/p>\n<p>3.Waktu Kontak: Waktu kontak yang semakin lama antara adsorbat dan adsorben memungkinkan proses difusi terserapnya molekul lebih baik.<\/p>\n<p>4.Distribusi Ukuran Pori: Pori yang banyak dapat mempengaruhi proses adsorpsi secara efektif karena kebanyakan proses adsorpsi berlangsung di dalam poripori.<\/p>\n<p>5.Sifat Adsorbat: Semakin besar tingkat kelarutan (solubility) zat maka zat yang teadsorp akan semakin sedikit.<\/p>\n<p>6.pH: pH larutan yang terlalu asam\/basa menyulitkan proses adsorpsi ion karena larutan akan berikatan dengan ion H dan OH.<\/p>\n<p>7.Suhu: Suhu yang meningkat membuat proses adsorpsi semakin epat dan sebaliknya.<\/p>\n<p>8.Kecepatan Pengadukan: Proses pengadukan yang cepat membuat adsorpsi cepat berlangsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Absorpsi <\/strong><\/p>\n<p>Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang diikuti dengan pelarutan. Kelarutan gas yang akan diserap dapat disebabkan hanya oleh gaya gaya fisik (pada absorpsi fisik) atau selain gaya tersebut juga oleh ikatan kimia (pada absorpsi kimia). Komponen gas yang dapat mengadakan ikatan kimia akan dilarutkan lebih dahulu dan juga dengan kecepatan yang lebih tinggi. Karena itu absorpsi kimia mengungguli absorpsi fisik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Macam-Macam Absorpsi<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>1.Absorpsi Fisika<\/strong><\/p>\n<p>Absorbsi fisika merupakan absorbsi dimana gas terl-arut dalam cairan penye-rap tidak disertai dengan reaksi Penyerapan kimia. terjadi karena adanya interaksi fisik, difusi gas ke dalam air, atau pela rutan gas ke fase cair.<\/p>\n<p>Ciri-ciri absorpsi fisika:<\/p>\n<ol>\n<li>Interaksi lemah: Hanya melibatkan gaya intermolekul, seperti gaya Van der Waals.<\/li>\n<li>Tidak ada reaksi kimia: Zat yang diserap tetap dalam bentuk aslinya.<\/li>\n<li>Reversibel: Zat yang diserap dapat dilepaskan kembali dengan perubahan kondisi, seperti peningkatan suhu atau pengurangan tekanan.<\/li>\n<li>Tergantung suhu dan tekanan:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Semakin rendah suhu, absorpsi biasanya lebih efektif karena gaya intermolekul lebih dominan.<\/li>\n<li>Tekanan yang lebih tinggi meningkatkan jumlah zat yang diadsorpsi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>2.Absorpsi Kimia<\/strong><\/p>\n<p>Absorbsi kimia merupakan absorbsi dimana gas terlarut didalam larutan penyerap disertai dengan adanya reaksi kimia.Contoh absorbsi ini adalah absorbsi dengan adanya larutan MEA, NaOH, K2CO3, dan sebagainya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Karakteristik Absorpsi Kimia:<\/strong><\/p>\n<p>1.Irreversibilitas: Karena melibatkan reaksi kimia, proses ini biasanya tidak dapat dibalik.<\/p>\n<p>2.Selektivitas: Absorben dapat dirancang untuk bereaksi hanya dengan zat tertentu.<\/p>\n<p>3.Efisiensi tinggi: Proses ini sering kali lebih efisien dibandingkan absorpsi fisik, terutama untuk konsentrasi gas yang rendah.<\/p>\n<p>4.Energi terlibat: Biasanya menghasilkan atau menyerap energi karena sifat eksotermik atau endotermik reaksi kimia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Perbedaan Adsorpsi dan Absorbsi:<\/strong><\/p>\n<p>Adsorpsi<\/p>\n<p>1.Proses penyerapan hanya terjadi pada permukaan fasa<\/p>\n<p>2.Terjadi pada padatan (gel)<\/p>\n<p>3.Yang dihitung luas permukaan ekuivalen adsorpsi<\/p>\n<p>4.Pada akhir adsorpsi membentuk suatu lapisan tipis atau film (pada permukaan)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Absorpsi<\/p>\n<p>1.Proses penyerapan sampai bagian dalam fasa yang diikuti dengan pelarutan Teradi pada fluida (cair atau gas)<\/p>\n<p>2.Yang dihitung tebal atau volume fasa absorpsi<\/p>\n<p>3.Pada akhir adsorpsi membentuk suatu larutan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Adsorpsi<\/p>\n<p>1.Merupakan proses di mana partikel (seperti ion, molekul, atau gas) menempel pada permukaan suatu zat.<\/p>\n<p>2.Bersifat permukaan, artinya hanya terjadi pada permukaan zat padat atau cair.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Absorpsi<\/p>\n<p>1.Merupakan proses di mana suatu zat menyerap partikel ke dalam seluruh volumenya, baik ke dalam cairan maupun padatan.<\/p>\n<p>2.Bersifat volumetrik, artinya terjadi di seluruh bagian zat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perbedaan utama:<\/p>\n<p>1.Adsorpsi terjadi di permukaan, sedangkan absorpsi melibatkan seluruh volume.<\/p>\n<p>2.Adsorpsi biasanya lebih cepat dibanding absorpsi, tergantung pada sifat materialnya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>.<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p>\u201cPengertian Adsropsi Dan Absorbsi\u201d Gabriella Velicia Rachmat <a href=\"https:\/\/id.scribd.com\/doc\/215205553\/Pengertian-Adsropsi-Dan-Absorbsi\">https:\/\/id.scribd.com\/doc\/215205553\/Pengertian-Adsropsi-Dan-Absorbsi<\/a><\/p>\n<p>\u201cBAB 11 Tinjauan Pustaka,Adsorpsi dan Absorpsi\u201d Uniersitas Islam Indonesia<\/p>\n<p>\u201cAbsorpsi\u201d Daffa Maulana, May 01 2019 <a href=\"https:\/\/id.scribd.com\/presentation\/408263337\/Absorpsi\">https:\/\/id.scribd.com\/presentation\/408263337\/Absorpsi<\/a><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: canva<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adsorpsi \u00a0adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008). Adsorben [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>ADSORPSI DAN ABSORPSI - Himatemia FT Unila 2026<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"ADSORPSI DAN ABSORPSI - Himatemia FT Unila 2026\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Himatemia FT Unila 2026\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-26T07:42:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-01T22:21:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11-1024x576.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/person\/ba5d9e18386c2684cfb0f700b1535655\"},\"headline\":\"ADSORPSI DAN ABSORPSI\",\"datePublished\":\"2025-11-26T07:42:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-01T22:21:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\"},\"wordCount\":849,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\",\"url\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\",\"name\":\"ADSORPSI DAN ABSORPSI - Himatemia FT Unila 2026\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png\",\"datePublished\":\"2025-11-26T07:42:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-01T22:21:19+00:00\",\"description\":\"Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"ADSORPSI DAN ABSORPSI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/\",\"name\":\"Himatemia FT Unila 2026\",\"description\":\"Bersinergi, Memotivasi, Bertransformasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Himatemia FT Unila 2026\",\"url\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-Logo-Hima-Profil-IG-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-Logo-Hima-Profil-IG-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Himatemia FT Unila 2026\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/person\/ba5d9e18386c2684cfb0f700b1535655\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/38f4b68660d0aec9882625af37e3e7e7321577fcda96d9902dec1a1b8911a460?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/38f4b68660d0aec9882625af37e3e7e7321577fcda96d9902dec1a1b8911a460?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/author\/himatemia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"ADSORPSI DAN ABSORPSI - Himatemia FT Unila 2026","description":"Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"ADSORPSI DAN ABSORPSI - Himatemia FT Unila 2026","og_description":"Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).","og_url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/","og_site_name":"Himatemia FT Unila 2026","article_published_time":"2025-11-26T07:42:24+00:00","article_modified_time":"2025-12-01T22:21:19+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11-1024x576.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/person\/ba5d9e18386c2684cfb0f700b1535655"},"headline":"ADSORPSI DAN ABSORPSI","datePublished":"2025-11-26T07:42:24+00:00","dateModified":"2025-12-01T22:21:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/"},"wordCount":849,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/","url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/","name":"ADSORPSI DAN ABSORPSI - Himatemia FT Unila 2026","isPartOf":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png","datePublished":"2025-11-26T07:42:24+00:00","dateModified":"2025-12-01T22:21:19+00:00","description":"Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap. Keduanya sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Pada Adsorpsi ada yang disebut Adsorben dan Adsorbat. Adsorben adalah zat penyerap, sedangkan adsorbat adalah zat yang diserap (Giyatmi, 2008).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#primaryimage","url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png","contentUrl":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/2025\/11\/26\/adsorpsi-dan-absorpsi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"ADSORPSI DAN ABSORPSI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#website","url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/","name":"Himatemia FT Unila 2026","description":"Bersinergi, Memotivasi, Bertransformasi","publisher":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#organization","name":"Himatemia FT Unila 2026","url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-Logo-Hima-Profil-IG-1.png","contentUrl":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-Logo-Hima-Profil-IG-1.png","width":512,"height":512,"caption":"Himatemia FT Unila 2026"},"image":{"@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/person\/ba5d9e18386c2684cfb0f700b1535655","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/38f4b68660d0aec9882625af37e3e7e7321577fcda96d9902dec1a1b8911a460?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/38f4b68660d0aec9882625af37e3e7e7321577fcda96d9902dec1a1b8911a460?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id"],"url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/author\/himatemia\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/11.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":311,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions\/311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatemia.eng.unila.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}