Pendahuluan Setelah sebelumnya kita membahas sistem transportasi fluida secara umum, ada satu fenomena yang sering kali menjadi “mimpi buruk” bagi para process engineer: Kavitasi. Fenomena ini bukan sekadar masalah kebisingan, melainkan ancaman serius bagi umur pakai peralatan pompa di pabrik.

Bagaimana Kavitasi Terjadi? Secara termodinamika, kavitasi terjadi ketika tekanan lokal fluida di dalam pompa (biasanya di area eye of impeller) turun hingga di bawah tekanan uapnya (vapor pressure) pada suhu operasi tersebut. Hal ini menyebabkan fluida mendidih secara instan dan membentuk gelembung-gelembung uap.
Namun, masalah sebenarnya muncul ketika gelembung uap ini bergerak ke area yang bertekanan lebih tinggi. Gelembung tersebut akan pecah (collapse) secara mendadak, menghasilkan gelombang kejut (shock wall) dengan tekanan yang sangat tinggi (bisa mencapai ribuan Psi) dalam skala mikroskopis. Ledakan kecil yang terus-menerus inilah yang mengikis permukaan logam impeller, menciptakan lubang-lubang kecil yang kita kenal sebagai pitting.
NPSH: Parameter Penentu Dalam perancangan, kita mengenal Net Positive Suction Head (NPSH). Kavitasi akan terjadi jika NPSH Available (NPSHA) lebih kecil daripada NPSH Required (NPSHR) yang ditentukan oleh manufaktur pompa. Sebagai mahasiswa teknik kimia, memahami neraca energi (Persamaan Bernoulli) di sisi suction adalah kunci untuk memastikan NPSHA tetap aman.
Langkah Pencegahan
-
Menurunkan temperatur fluida (untuk menurunkan tekanan uap).
-
Meningkatkan level cairan di tangki penampung (suction head).
-
Mengurangi pressure drop pada jalur pipa suction (memperbesar diameter pipa atau mengurangi jumlah fitting).
sumber:
renjana multi sinergi
pt tensor








Tinggalkan Balasan